Rumah Senyum, Aksi Nyata PKPU Human Initiative Untuk Lombok

LOMBOK – Lombok saat ini dalam proses transisi dari tahap tanggap darurat menuju aktivitas pemulihan (recovery). Bantuan kemanusiaan masih terus mengalir untuk membantu korban yang tertimpa gempa beberapa bulan lalu. Demikian pula halnya dengan PKPU Human Initiative. Hingga hari ini aktivitas membantu korban terdampak terus dilakukan. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan dalam bentuk program “Rumah Senyum”.

Rumah senyum merupakan hunian warga yang diperuntukkan bagi korban bencana yang rumahnya rusak sedang hingga berat. “Rumah senyum ini adalah kebutuhan hunian warga terdampak di 5 kabupaten di Provinsi NTB. Rumah senyum sangat dibutuhkan bagi mereka yang rumahnya rusak, terutama rusak sedang dan rusak berat. Total rumah yg rusak di Lombok 149.715. Sedang yang baru dibangun oleh berbagai lembaga 17.557 unit,” ujar Ferry Suranto, General Manager Initiative for Empowerment PKPU HI pada Rabu, (7/11) melalui pesan singkat.

Lebih lanjut, Ferry mengatakan bahwa rumah senyum ini diprioritaskan untuk keluarga yang memiliki anggota keluarga yang sedang hamil atau menyusui. Satu rumah senyum diperuntukan untuk satu Kepala Keluarga (KK) saja. Selain itu juga untuk keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang sudah lansia atau mengalamani disabilitas. Dengan dibangunnya rumah senyum diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar sebagai tempat perlindungan secara jasmani dan psikologis.

 

Sampai saat ini, PKPU HI telah membangun 597 unit rumah senyum yang tersebar di wilayah Lombok. Selanjutnya, ada 101 unit Rumah Senyum yang sedang dalam tahap proses pembuatan dan ditargetkan pembuatan rumah senyum akan selesai pada akhir bulan ini. Rumah senyum ini sendiri memiliki spesifikasi bangunan berukuran 3×5 meter, dinding berbahan terpal, menggunakan kerangka kayu, beratap terpal atau anyaman alang-alang. Secara fungsi ruangan, rumah senyum terdiri dari dua ruangan yaitu ruang tamu dan kamar mandi. Rumah senyum ini memiliki ketahanan bangunan antara 4 sampai 6 bulan ke depan dalam kondisi cuaca normal. Hal ini diharapkan dapat menjadi bantuan yang bermanfaat agar warga mendapatkan hunian layak dalam masa transisi tanggap darurat ini.