Kontribusi Kompepar Binaan PKPU HI Jabar: Program Ecodev AQUA Subang dalam Ruwatan Bumi Kampung Adat Banceuy

BANDUNG – Banyaknya perkembangan hingga perubahan yang terjadi di suatu lingkungan, sehingga masyarakat saat ini lupa akan tradisi/adat yang biasa dilakukan. Namun hal ini berbeda dengan masyarakat Dusun Banceuy, Desa Sanca Kecamatan Ciater Kabupaten Subang yang tetap melestariakan tradisi terdahulu. Eksistensi Kampung Adat Banceuy oleh masyarakat luar lebih terpaku pada upacara Ruwatan Bumi.

Tema yang diangkat tahun ini ialah ” Ngaruwat Pikeun Mieling Ka Gusti Jaga Lembur Katut Leuweungna Ku Cara Ngamumule Adat Budaya Buhun”. Upacara ini dilakukan setiap tahunnya, dua minggu setelah Idul Adha, tahun ini dilaksanakan pada tanggal 4-5 September 2018. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, Ruwatan Bumi atau Ngaruwat Bumi ini bertujuan untuk memberikan rasa syukur, tolak bala untuk keselamatan dan ketentraman masyarakat Kampung Adat Banceuy.

Dalam upacara ini, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan, seperti; Meuncit Munding, Ngalawar, Pertunjukan Seni Gembyung, Celempung, Numbal, Ngarak Dewi Sri dan lainnya. Biasanya ngawurat bumi ini ditutup dengan pertunjukan Wayang Golek.

  

Kelompok Penggerak Wisata (Kompepar) Kampung Adat Banceuy terbentuk di bulan Agustus. Terdiri dari beberapa tokoh masyarakat beserta pemuda Dusun Banceuy dengan jumlah 30 tercatat sebagai pengurus Kompepar. Kelompok ini akan menjadi garda terdepan dalam pengembangan dan pelestarian kekayaan budaya, kesenian dan alam Dusun Banceuy sebagai sumber pariwisata.

Kompepar binaan PKPU HI Jabar dalam program Ecodev Aqua Subang ini, memanfaatkan momentum Ruwatan Bumi sebagai tugas awal sesuai dengan tujuan organisasi dalam pengembangan budaya. Untuk meningkatkan eksistensi Kompepar, banyak dukungan yang diberikan oleh beberapa elemen yang hadir dalam acara tersebut.