Gunung Anak Krakatau Siaga Level III, PKPU Human Initiative Lakukan Join Need Assessment

JAKARTA – Pasca Tsunami Selat Sunda yang melanda wilayah Banten dan Lampung Selatan, kondisi Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya berstatus Waspada kini memasuki status Siaga Level III. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rilis resminya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Anak Krakatau. Meskipun demikian, PKPU Human Initiative tidak akan berhenti untuk terus menyalurkan bantuan untuk masyarakat setempat yang mengalami dampak Tsunami Selat Sunda.

Sejak dinyatakan sebagai wilayah tanggap darurat bencana, PKPU Human Initiative masih terus mendirikan Dapur Air untuk kebutuhan masyarakat. GM Disaster Risk Management PKPU HI, Jumarsono mengatakan bahwa pada hari ini Kamis, (27/12) telah menyalurkan distribusi bantuan food item atau paket makanan untuk 100 Kepala Keluarga di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Pandeglang.

“Hari ini PKPU Human Initiative melakukan JNA atau Join Need Assessment yakni pendistribusian paket makanan kepada 100 Kepala Keluarga, aktivitas dapur air dan assessment di wilayah Labuan dan Carita,” ujar Jumarsono selaku GM Disaster Risk Management PKPU HI pada Kamis, (27/12) melalui pesan singkat.

Join Need Assessment dari PKPU HI bertujuan agar dapat memenuhi kebutuhan dengan tepat untuk masyarakat yang terkena dampak Tsunami Selat Sunda. Sampai saat ini, BNBP dalam konfrensi persnya pada Rabu (26/12) menyatakan bahwa jumlah korban mencapai 430 jiwa, 1.495 korban luka-luka, 159 orang hilang dan 21.991 orang mengungsi. “Pada hari ini, Rabu, 26 Desember 2018, tercatat total 430 korban meninggal,” ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB pada Rabu (26/12), kemarin di Graha BNPB, Jakarta Timur.

PKPU Human Initiative akan terus memberikan yang terbaik sebagai wujud Solusi Peduli terhadap masyarakat terdampak Tsunami Selat Sunda. Adapun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat yang terkena dampak berupa shelter kits, paket bahan makanan, hygiene kits,makanan siap saji, air bersih, selimut, tikar layanan kesehatan dan perlengkapan bayi serta balita.