Berita

Kelompok Usaha RBS Siap Mendobrak Pasar Lewat Produksi Jus Sehat

HI-NEWS, BEKASI – Pada Selasa, 26 Maret 2019, Human Initiative bersama Danone Indonesia meresmikan Rumah Bunda Sehat di Bekasi. Selain meresmikan, kegiatan tersebut mengajak Bunda Duta Gizi (BDG) untuk turut menjadi Peer Educator untuk kesehatan khususnya gizi pada balita. Kegiatan ini pun berlanjut demenyelenggarakan kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan jus buah dan sayur untuk kelompok usaha makan dan minum (Makmin) RBS pada Selasa, 2 April 2019 di Bekasi.

Pada pelaksanaannya, peserta diberikan beberapa tips membuat jus sehat dari mulai cara pemilihan buah dan sayur, cara pengolahan, dan penyajian jus yang baik dan benar. Wiwik sebagai salah satu anggota Makmin mengungkapkan baru mengetahui untuk membuat membuat jus yang sehat melalui program yang diselenggarakan oleh Human Initiative.

“Saya baru tau setelah belajar bareng Chef, ternyata ada cara sendiri untuk memilih dan mencampur buah dan sayur yang pas untuk dibuat jus itu seperti apa,” ujar Wiwik pada (2/4) di Bekasi.

Sementara itu, Saleha, seorang Chef dan salah satu pengajar dari AKPAR Pertiwi Jakarta turut berpartisipasi sebagai pengisi acara berharap agar para peserta optimis untuk mandiri sebagai entrepreneur melalui usaha produksi jus. “Semoga ilmu yang saya bagi ada faedahnya dan gak sia-sia. Kelompok usaha ini harus selalu berpikiran positif dan optimis bahwa untuk memulai usaha produksi jus ini akan maju. Pasti maju,” ujarnya.

Saat ini, pola hidup sehat semakin gencar dan tren. Tak heran banyak konsumen mencari makanan dan minuman yang sehat. Sehingga, hal itu menjadi daya tarik Kelompok Makmin RBS untuk belajar cara memproduksi jus sehat. Melalui kegiatan pelatihan keterampilan ini, diharapkan kedepannya semoga kelompok Makmin RBS mampu membuat dan memproduksi jus yang baik dan benar. Serta mereka mampu mendobrak pasar dengan usaha produk jus sehat.

Selengkapnya

Human Initiative Berdayakan 50 Anak Yatim di Sulawesi dan 5 Pengungsi Asal Luar Negeri

HI-NEWS, GOWA – Pendidikan merupakan investasi jangka panjang diantaranya dengan menaruh harapan memiliki generasi emas, Human Initiative melalui program pendidikan beasiswa nya berupaya menciptakan generasi yang berkualitas dengan memberi bantuan kepada 50 anak yatim di wilayah Sulawesi Selatan dan 5 anak Pengungsi asal Luar Negeri. Program beasiswa dan pembinaan ini diperuntukan untuk anak-anak yatim prasejahtera dan penyintas guna untuk menggapai cita-cita nya.

Pada kegiatan tersebut, Miftahul Surur selaku Senior Manager National Network mengungkapkan bahwa beasiswa ini nantinya diharapkan dapat membantu anak-anak yang membutuhkan untuk menggapai cita-citanya serta menumbuhkan sikap saling peduli dan saling tolong menolong dalam keberagaman. “Indonesia itu sangat beragam, ada beragam suku dan juga bahasa. Keberagaman itu membuat kita berbeda antara satu dengan yang lain, namun bukan berarti kita tak peduli satu dengan yang lainnya. Kita harus saling membantu” katanya pada Kamis, (28/3) di kantor Human Initiative Sulawesi Selatan.

Sementara itu, secara terperinci penyaluran bantuan pendidikan ini ditujukan kepada 50 anak yatim non panti asal Indonesia dan 5 anak refugee (pengungsi) dari luar negeri. Hal tersebut membuktikan juga bahwa Human Initiative juga ingin turut andil terhadap kepedulian baik dalam skala nasional maupun Internasional. “Hari ini kami akan me-launching beasiswa yatim berdaya yang berjumlah 50 orang anak yatim yang berasal dari kabupaten Gowa, Makassar, dan Takalar serta 5 orang anak yatim pengungsi yang berasal dari Palestina, Sri Lanka, Afghanistan, dan Rohingya,” ujar Kepala Cabang Human Initiative Sulsel, Indra Budi Legowo.

Selain itu, Kepala Dinas Sosial Gowa, H. Syamsuddin B, S.Sos, M.Si, MH menyampaikan harapannya agar Human Initiative bersama pemerintah setempat dapat terus berisinergi untuk kemajuan wilayah terdampak. “Dengan adanya program seperti ini tentu sangat bagus, diharapkan pula adanya sinkronisasi data antara data yang dimiliki oleh Human Initiative dan Dinas Sosial untuk memastikan datanya sesuai. Kami senang bila kedepannya kita semua terus bersinergi,” tuturnya.

Human Initiative akan terus berupaya memberikan yang terbaik sebagai wujud solusi peduli Human Initiative untuk masyarakat yang membutuhkan. Semoga program beasiswa yatim berdaya ini, Human Initiative Sulawesi Selatan akan semakin memberikan manfaat bagi kalangan luas dan memberikan kiprah terbaik dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Selengkapnya

Tim Rescue Human Initiative Raih Penghargaan Sebagai Pegiat Bencana Berprestasi di Balikpapan

HI-NEWS, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan memperingati HUT Polisi Pamong Praja yang ke 69, HUT Satuan Perlindungan Masyarakat ke-57 dan HUT Pemadam Kebakaran ke-100 pada Senin, 18 Maret 2019. Acara tersebut dihadiri oleh HM Rizal Effendi, SE selaku Walikota Balikpapan. Dalam acara tersebut, Human Initiative mendapatkan penghargaan atas prestasinya sebagai lembaga kemanusiaan dan relawan yang berkontribusi untuk penanganan bencana kebakaran di Balikpapan dan sekitarnya.

Tri Ari Wardana selaku Relawan Rescue Human Initiative mengucapkan terima kasih atas apresiasi pemerintah Kota Balikpapan “Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kota Balikpapan yang telah memberikan kami penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi motivasi kami sebagai relawan untuk dapat terus berkarya dan selalu terdepan dalam tugas. Sebuah kebanggaan kami melalui Human Initiative dapat berkontribusi agar bencana di Balikpapan bisa diminimalisir dan ditanggulangi dengan cepat. Tak lupa saya ucapkan selamat HUT Pemadam kebakaran yang ke-100 semoga selalu jaya” ujar Tri Ari Wardana.

Penghargaan dalam kategori Relawan Berprestasi ini diserahkan oleh HM. Rizal Efendi, SE selaku Walikota Balikpapan kepada Tri Ari Wardana. Penghargaan ini diterima langsung olehTri Ari Wardana selaku Relawan Rescue Human Initiative. Tri Ari bersama relawan Rescue Human Initiative lainnya aktif berkontribusi dalam Emergency Respon yang ada di Kota Balikpapan. Salah satu aksi nyata yang dilakukannya adalah dengan mengoperasikan Emergency Response Unit yang ada dalam mengevakuasi korban maupun patroli kesiap siagaan public.

Tim DRM (Disaster Risk Management) Human Initiative merupakan tim yang bertujuan untuk mengurangi dampak bencana melalui upaya pemberdayaan potensi dan kapasitas masyarakat. Adapun upaya untuk meningkatkan potensi dan kapasitas masyarakat yakni melalui cara mengenali potensi bencana dan mempersiapkan diri ketika menghadapi bencana.

Human Initiative bersama relawan akan terus berupaya meningkatkan kemampuan dengan cara terlibat langsung dalam berbagai pelatihan seperti simulasi evakusasi bersama Basarnas. Human Initiative berterima kasih atas presiasi yang diberikan oleh pemerintah Balikpapan. Harapannya agar Human Initiative dapat semakin memperkuat dan menumbuhkan jiwa solidaritas dalam menanggulangi bencana di Kota Balikpapan.

Selengkapnya

Penyintas Sentani Bertambah, Human Initiative Intensifkan Pencarian dan Evakuasi Warga Terdampak

HI-NEWS, PAPUA – Pascabencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Human Initiative terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk para penyintas. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya pada hari ini Rabu, (20/3) bahwa jumlah keseluruhan adalah 104 orang meninggal dunia dan 79 orang belum ditemukan.

“Belum semua korban berhasil diindentifikasi. Ada 40 korban meninggal dunia yang belum diidentitikasi sehingga Bupati Jayapura memutuskan korban akan dimakamkan secara massal besok (hari ini) pada 21/3/2019,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers pada Rabu (20/3).

Selain itu, jumlah penyintas yang bertambah kini sebanyak 9.691 pengungsi dengan jumlah 85 orang luka berat dan 75 orang luka ringan. Sutopo menambahkan pada banjir bandang kali ini ada 2.317 personel dari 28 lembaga dan organisasi untuk melakukan upaya evakuasi, pencarian dan penyelamatan para penyintas, serta melayani berbagai kebutuhan para penyintas.

Human Initiative menjadi salah satu organisasi kemanusiaan yang turut bergabung dan terjun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di Sentani sejak hari pertama ditetapkan tanggap darurat bencana.

Subur Rojinawi selaku koordinator Tim Rescue Human Initiative mengatakan “Human Initiative masih terus berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas dan NGO yang terlibat di lokasi kejadian. Lalu berkoordinasi dengan relawan lokal. Human Initiative juga melakukan assessment dan terus melakukan evakuasi terdampak, bersama relawan setempat”

Human Initiative mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu warga terdampak banjir bandang di wilayah Sentani dan sekitarnya dengan cara menyalurkan bantuan donasinya melalui website solusipeduli.org. Saat ini, kebutuhan mendesak untuk para penyintas adalah bantuan medis, makanan siap saji, selimut dan alas tidur,kebutuhan bayi dan air bersih.

Ayo bantu mereka. Klik di sini.

Selengkapnya

Bencana Banjir dan Longsor di Bantul, Human Initiative Intensifkan Pencarian dan Evakuasi Terdampak

HI NEWS, DIY – Banjir dan longsor melanda wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akibat luapan air sungai dan intensitas hujan yang tinggi. Pada Minggu, 17 Maret 2019 malam. BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan Kabupaten Bantul menjadi wilayah terparah yang dilanda banjir.

“Wilayah (DIY) terdampak (bencana alam) paling banyak terdapat di Kabupaten Bantul. Meliputi 14 kecamatan, 35 desa di Kabupaten Bantul terdampak banjir,” jelas Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, dalam siaran resminya pada Senin (18/3).

Sementara itu, sampai saat ini menurut data terakhir dari BPBD DIY pada Senin (18/3) pukul 00.00 WIB bahwa ada 5.046 warga DIY yang mengalami dampak banjir dan longsor. Ada 4.427 di antaranya adalah warga Bantul. Tidak hanya itu saja, terdapat 23 titik pos evakuasi yang menjadi tujuan warga, 17 di antaranya terdapat di Kabupaten Bantul.

Human Initiative sejak Minggu (17/3) malam sudah menerjunkan Tim Rescue untuk melakukan inisiatif tanggap darurat bencana di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor. Kepala Bidang Pendayagunaan Human Initiative DIY, Agus Triyono mengatakan tim rescue dari Human Initiative sudah tiba di lokasi bencana sejak kemarin malam dan membuka akses jalan bersama relawan lainnya.

“Semalam tim bersama relawan lainnya membuka akses jalan yang menghubungkan salah satu dusun yang terisolir karena banjir. Saat ini akses jalan sudah bisa dilalui,” ujar Kepala Bidang Pendayagunaan Human Initiative DIY, Agus Triyono, pada Senin (18/3).

Agus menambahkan kini tim Emres di bagi menjadi dua bagian yakni di bagian operation yang bertugas untuk mengevakuasi penyintas di lapangan. Selain itu ada juga tim bagian assessment yang bertugas untuk mendata kebutuhan para penyintas. Human Initiative mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu warga terdampak banjir dan longosr di wilayah DIY dengan menyalurkan donasi melalui website solusipeduli.org. Adapun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan para penyintas adalah makanan siap saji dan hygiene kit.

Selengkapnya

Human Initiative Membangun Kampung Nelayan Berdaya di Pandeglang

HI-NEWS, PANDEGLANG – Pascabencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018, Human Initiative terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak di Banten dan sekitarnya. Salah satu bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh Human Initiative adalah membangun Kampung Nelayan Berdaya di Kampung Karang Meungpeuk, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Human Initiative untuk memenuhi kebutuhan para penyintas dan masyarakat agar dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala. Pada peresmian Kampung Nelayan Berdaya ini dihadiri oleh President Human Initiative yakni Tomy Hendrajati, pejabat desa, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Tomy Hendrajati mengatakan siap mendukung masyarakat terdampak dengan memenuhi kebutuhan para penyintas. “Tsunami 22 desember lalu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita semua terutama kami dan mitra human initiative lainnya untuk bisa berbagi untuk saudara-saudara kami yang terdampak bencana. Kami siap mendukung tidak hanya dalam program tanggap darurat yang lalu, tapi sampai saat ini kami berkomitmen mendampingi masyarakat untuk memulihkan kondisi mereka.,” kata Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati.

Sebelumnya,menurut data Human Initiative di Kampung Karang Meungpeuk, Pandeglang ada 11 warga setempat yang meninggal dunia, 26 perahu rusak ringan hingga berat, dan puluhan rumah rusak serta berbagai kerusakan lainnya di infrastruktur daerah. Arsikum selaku Ketua RT Karang Meungpeuk mengucapkan terima kasih kepada Para Donatur, kepada Human Initiative karena sudah membantu sejak awal bencana sampai saat ini.

“Kami warga Karang Meungpeuk berterima kasih kepada Human Initiative dan mitra yang sejak awal bencana sampai sekarang (telah) mendampingi kami. Selain bantuan logistik, Alhamdulillah masyarakat kami juga mendapatkan 26 bantuan perahu bagi perahu-perahu yang rusak. Bantuan ini sangat berguna bagi kami,” ujarnya.

Human Initiative akan terus mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu para penyintas dengan cara menyalurkan donasinya melalui website solusipeduli.org. Donasi yang sudah terkumpul akan langsung Human Initiative salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mari bantu Pandeglang dan sekitarnya. Klik di sini sekarang.

Selengkapnya

Inisiatif Tanggap Darurat Banjir Bandang Sentani, Human Initiative Terjunkan Tim Rescue

HI NEWS, PAPUA – Hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (16/3) pukul 18.00 WIT di wilayah Kecamatan Sentani, Jayapura, Papua mengakibatkan banjir bandang pada Minggu, 17 Maret 2019. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menduga penyebab lain dari banjir bandang adalah adanya tanah longsor di bagian hulu sungai, sehingga material longsor menyumbat aliran air dan terjadinya banjir bandang.

“Karakteristik banjir bandang yang sering terjadi di Indonesia diawali adanya longsor di bagian hulu kemudian membendung sungai sehingga terjadi badan air atau bendungan alami,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya persnya pada Minggu (17/3).

Sutopo menambahkan akibat volume air yang terus bertambah, kemudian bendungan alami jebol dan menerjang di bagian bawah dengan membawa material-material lainnya seperti kayu gelondongan, pohon, batu, lumpur dan lainnya. Material-material ini hanyut bersamaan dengan kecepatan aliran air yang besar.

Human Initiative berinisiatif melakukan tanggap darurat bencana dengan mengirimkan personil ke wilayah Sentani pada Minggu 17 Maret 2019. Eson Jumarsono selaku GM Disaster Risk Management (DRM) Human Initiative mengatakan Tim Rescue akan segera berangkat ke lokasi bencana hari ini.

“InsyaAllah malam ini Tim Rescue akan berangkat ke Papua dalam rangka melakukan Inisiatif tanggap darurat bencana dengan melakukan tindakan berupa berkordinasi dengan BPBD dan Pemerintah setempat, megevakuasi, mengkaji dan menyalurkan bantuan untuk warga terdampak,” ujar GM Disaster Risk Management (DRM) Human Initiative, Eson Jumarsono.

Sementara ini, data dari BNPB pada Minggu (17/3) pukul 10.15 WIT bahwa jumlah yang meninggal dunia sebanyak 50 jiwa, 59 jiwa mengalami luka-luka ringan sampai berat dan kerugian material lainnya seperti rusaknya infrastruktur baik ringan maupun berat. Human Initiative mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu para penyintas dengan cara menyalurkan donasi kemanusiaan melalui website solusipeduli.org. Adapun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan adalah air bersih, food item, dan medis.

Yuk bantu mereka! Klik disini.

sumber foto : Relawan Squad PB Indonesia

Selengkapnya

Program Pemberdayaan Masyarakat Human Initiative Jadikan Ibu-Ibu di Bandung Lebih Mandiri

HI-NEWS, JAWA BARAT – Human Initiative memiliki tujuan membangun kemandirian masyarakat di Indonesia salah satunya di wilayah Bandung, Jawa Barat. Pada Maret 2018, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa Indonesia memiliki tingkat kemiskinan sebesar 9,82 persen.

Hal tersebut membuat Human Initiative mengambil langkah terpadu melalui berbagai program unggulan yang diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan. Adapun salah satu program unggulan untuk masyarakat adalah program Keluarga Multi Penghasilan atau KMP. Program ini ditujukan untuk ibu-ibu dengan harapan agar meningkatnya penghasilan setiap keluarga.

Alek Durantes selaku Project Officer Human Initiative Jawa Barat mengatakan program ini dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap pertama yang dilakukan adalah penyaluran modal usaha yang ditujukan kepada penerima manfaat dengan harapan dana tersebut dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Misalkan dipergunakan untuk pembelian peralatan usaha seperti kompor, blender, dispenser dan peralatan lainnya.

“Pelaksanaan nya bertahap, agar modal usaha yang disalurkan lebih tepat sasaran. Selain itu, secara konsisten kami juga akan memantau perkembangan usaha dari para penerima manfaat,” ujar Alex Durantes pada Rabu, (6/3).

Program yang melibatkan 20 orang ibu-ibu di wilayah Bandung, Jawa Barat ini saling bekerja sama dalam hal mengembangkan program KMP. Ibu Oneng Sarifah salah satu penerima manfaat yang ikut dalam program tersebut mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah membantu mengatasi permasalahan dan memberikan solusi untuknya. “Alhamdulillah saya telah menerima modal usaha dari Human Initiative, mudah-mudahan usaha saya bisa berjalan dengan baik, lancar, keuntungannya besar dan berkah. Terima kasih kepada para Donatur Human Initiative yang telah membantu, semoga terus bisa memberi manfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Oneng Sarifah.

Human Initiative mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan bantuan nya melalui website solusipeduli.org. Selain itu, Human Initiative akan terus berupaya dan berkontribusi melalui berbagai program untuk membantu memandirikan masyarakat yang membutuhkan.

Selengkapnya

Human Initiative Lakukan Inisiatif Tanggap Darurat Bencana Banjir Madiun

HI-NEWS, MADIUN – Hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (5/3) malam menyebabkan Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengalami banjir yang cukup parah pada Rabu, 6 Maret 2019. Menurut data terakhir pada Senin, (11/3) dari Posko Induk Bencana di Madiun ada lebih dari 50 desa dari 12 kecamatan yang terdampak banjir. Diperkirakan, jumlah total kerugian akibat banjir yang melanda Madiun mencapai puluhan miliar rupiah.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami menjelaskan kepada Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bahwa data terbaru banjir madiun adalah sebanyak 5.086 rumah terendam banjir dengan total kerugian lebih dari lima puluh miliar rupiah.

“Banjir Madiun kini data terbaru melanda 57 desa di 12 kecamatan. Total rumah yang terendam mencapai 5.086. Kerugian banjir ini mencapai Rp 53 miliar,” Kata Bupati Madiun Ahmad Dawami pada Senin (11/3) di Posko Induk Bencana, Kantor Kecamatan Balerejo, Madiun.

Sejak hari pertama, Human Initiative sudah melakukan tanggap darurat bencana di wilayah lokasi terdampak. Selain bekerjasama dengan BPBD, relawan dan masyarakat setempat dalam proses pencarian penyintas di lapangan, Human Initiative juga menyalurkan paket bantuan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Kemarin distribusi bantuan berupa paket sembako dan disalurkan langsung ke penyitas,” ujar Wahid Zeinuddin selaku DRM Human Initiative Jawa Timur.

Kini kondisi banjir di Kabupaten Madiun sudah mulai surut dan sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. BPBD Kabupaten Madiun masih menetapkan tanggap darurat hingga 14 hari yakni terhitung pada tanggal 6 – 19 Maret 2019. Human Initiative akan terus berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak banjir di Madiun dan mengajak seluruh masyarakat untuk turut berkontribusi dengan cara berdonasi melalui website soluspeduli.org. Adapun kebutuhan mendesak saat ini diantaranya adalah air bersih dan food item.

Selengkapnya

Human Initiative Bersama Influencer Moeslem Humanity Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Penyintas Tsunami Selat Sunda

JAKARTA – Human Initiative bersama Influencer Moeslem Humanity atau IMH dan Qurrotul Uyun salurkan bantuan kemanusiaan berupa 1 unit perahu untuk nelayan di Banten. Bantuan tersebut langsung diserahkan pada Sabtu, 23 Februari 2019 kepada Kelompok Nelayan Puteri Kembar dan disalurkan ke lokasi terdampak yakni wilayah Kampung Karang Mengpek, Desa Tanjung Jaya, Pandeglang.

Nurholillah selaku Pendiri IMH dan Qurrotul Uyun mengatakan perahu tersebut merupakan hasil dari kegiatan penggalangan dana selama dua minggu. “Donasi ini terkumpul selama 2 pekan masa penggalangan dana dan alhamdulillah bisa membantu 1 unit perahu nelayan. Saya pribadi merasa sangat lega karena bantuan sudah sampai di lokasi terdampak, lalu bisa melihat penerima manfaat dari perahu tersebut secara langsung,” ujarnya pada Sabtu (23/2).

Selain itu, Arsikum selaku Ketua Kelompok Nelayan Puteri Kembar mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Human Initiative dan IMH karena sudah turut berkontribusi untuk warga terdampak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Human Initiative dan Influencer Moeslem Humanity yang sudah hadir di lokasi bencana dan memberikan bantuannya berupa perahu sampan untuk nelayan. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dan selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Sahardi selaku SPV Kemitraan Human initiative sangat mengapresiasi semangat teman-teman IMH dalam kepedulian yang menghasilkan solusi peduli untuk para penyintas tsunami Selat Sunda. “Semoga kolaborasi kebaikan ini dapat bermanfaat dan berkah untuk penerima manfaat di lokasi terdampak ini,” jelasnya.

Menurut hasil data yang dilakukan oleh tim assessment Human Initiative bahwa masih ada kelompok nelayan lain di beberapa wilayah terdampak yang membutuhkan uluran bantuan kemanusiaan. Human Initiative akan terus berupaya mewujudkan solusi peduli untuk masyarakat yang membutuhkan.

Selengkapnya

Human Initiative Bahagiakan 100 Anak Yatim di Sumatera Barat

PADANG – Human Initiative menggelar kegiatan Belanja Bareng Yatim yang diadakan pada Minggu 3 Maret 2019. Kegiatan tersebut mengajak 100 anak yatim dari berbagai wilayah di Sumatera Barat dan berbelanja kebutuhan sekolah sesuai dengan yang mereka inginkan.

Kebahagiaan itu tampak dari wajah para mereka yang sedang berbelanja di Komplek Pertokoan Buku Sari Anggrek, Padang. Hendra Nafsosianto selaku Kepala Cabang Human Initiative Sumatera Barat mengatakan bahwaHuman Initiative memberikan kebutuhan perlengkapan sekolah sesuai dengan yang anak-anak yatim inginkan.

“Anak-anak yatim ini akan berbelanja kebutuhan perlengkapan sekolah dengan jenis dan model yang mereka inginkan sembari didampingi oleh relawan Human Initiative, ujar Kepala Cabang Human Initiative Sumatera Barat, Hendra Nafsosianto pada Minggu (3/3).

Sementara itu, Miko Kamal, Ph.D selaku perwakilan dari Toko Buku Sari Anggrek mengucapkan rasa syukur dan memotivasi para penerima manfaat untuk terus optimis meraih cita-cita. “Saya dari kecil sudah jadi yatim piatu, alhamdulillah berkat kegigihan dan usaha bisa menyelesaikan pendidikan formal sampai tingkat tertinggi. Menjadi yatim tidak mesti identik dengan keterbatasan, tapi harus optimis untuk meraih cita-cita,” ujar lulusan University of Sydney, Miko Kamar, Ph.D.

Tidak hanya itu saja, Fajar salah seorang yatim asal Kuranji tampak bahagia saat menceritakan apa yang ia dapatkan seperti buku tulis, meja belajar, alat tulis dan lainnya. Desi selaku Ibunda dari Fajar mengatakan bahwa adanya Belanja Bareng Yatim dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan sekolah anaknya. “Saya berharap semakin banyak anak yang bisa terlibat dalam kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Keberhasilan kegiatan ini tentu tidak luput dari bantuan donasi dari berbagai pihak yang telah berkontribusi bersama Human Intiative dalam rangka membahagiakan anak-anak yatim khususnya di wilayah Sumatera Barat. Human Initiative akan terus mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu membahagiakan masyarakat yang membutuhkan dengan melalui website di solusipeduli.org.

Selengkapnya

Human Initiative Lakukan Aksi Tanggap Darurat Bencana di Solok Selatan, Sumatera Barat

SOLOK – Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat diguncang gempa pada Kamis, 28 Februari 2019 pukul 06.27 WIB. Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR (Skala Richter) tersebut mengakibatkan 48 orang luka-luka dan 343 unit rumah rusak menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis kemarin. Human Initiative segera melakukan aksi tanggap darurat bencana dengan berkoordinasi bersama BPBD dan relawan setempat.

Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, Human Initiative juga telah menyiapkan tim tanggap darurat dan melakukan assessment di lapangan. Alim Nuzuar selaku Person In Charge (PIC) Human Initiative mengatakan bahwa Human Initiative telah menyiapkan tim respons dan telah berkoordinasi dengan BPBD serta relawan setempat.

“Tim Human Initiative saat ini sedang berkoordinasi dengan BPBD, relawan setempat dan menyiapkan tim respons tanggap darurat serta melakukan assessment di lapangan,” ujar Person In Charge (PIC) Human Initiative, Alim Nuzuar pada Kamis, (28/2).

Sementara itu, menurut data analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa di Solok Selatan dipicu karena aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan. “Gempa Solok Selatan ini merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan dan belum diketahui namanya,” ujar Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono pada (1/3) dalam keterangan resminya.

Langkah selanjutnya, Human Initiative akan melakukan assessment, mengevakuasi serta menyalurkan paket bantuan berupa food item dan melakukan pelayanan kesehatan. Selain itu, Human Initiative mengajak masyarakat untuk turut membantu warga Solok Selatan melalui website solusipeduli.org. Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah pendirian dapur umum, penyaluran food item, penyaluran hygene kits, obat-obatan dan lainnya.

Ayo bantu mereka, klik disini.

Selengkapnya