Berita

Human Initiative Salurkan Bantuan dan Beri Dukungan Psikososial Untuk Penyintas Gempa Maluku

Gempa susulan masih terjadi di Maluku pasca gempa magnitudo 6,5 yang terjadi pada 26 September 2019. BMKG mencatat sampai dengan Senin (7/10) pagi, lebih dari 1.000 gempa susulan terjadi. Menurut data dari Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Provinsi Maluku per 4 Oktober 2019 pukul 18.00 WIT, tercatat korban meninggal sebanyak 37 jiwa, luka berat 36 jiwa, luka ringan 1.231 jiwa. Sementara itu, jumlah penyintas mencapai 135.875 jiwa, dan jumlah kerusakan rumah sebanyak 6.344 unit dengan tingkat kerusakan berbeda-beda.

Merespon bencana gempa susulan yang masih terjadi dan bertambahnya penyintas di pengungsian, pada hari Senin (07/10/19), Human Initiative menyalurkan bantuan berupa food item Human Initiative juga mendirikan Pos Dapur Air dan melaksanakan program Psikososial untuk meringankan beban penyintas yang tersebar di berbagai titik.

Muhammad Ikbal Hulihulis selaku Kepala Cabang Human Initiative Maluku menuturkan bahwa bantuan telah disalurkan ke berbagai lokasi. “Alhamdulillah Human Initiative telah menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap awal sebanyak 1.061 jiwa penerima manfaat dalam bentuk food item, dapur air, dan dukungan psikososial. Bantuan tersebar di tujuh titik pengungsian yakni Dusun Ujung Batu, Walare, Batu Dua Desa Waai, Dusun Lengkong, Wainuru dan Liang induk Desa Liang, serta Dusun Pohon Mangga Desa Tulehu.”, ujar Ikbal. Pada kesempatan yang sama, Ikbal juga menambahkan bahwa kebutuhan para penyintas yang masih diperlukan adalah berupa food item, air bersih, personel kesehatan seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker, dan tenaga psikososial.

Sampai saat ini, Tim Human Initiative masih terus berkoordinasi dengan pemerintah lokal dan relawan setempat dalam rangka melayani penyintas di pengungsian. Selanjutnya tim akan melakukan assessment ke tempat-tempat wilayah yang belum tersentuh bantuan.

Mari terus bersama Human Initiative wujudkan #solusipeduli untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya untuk para penyintas gempa Maluku.

Sumber : Tribunnews

Selengkapnya

Human Initiative Sambut Ratusan Warga Dari Wamena

Human Initiative Jawa Timur bersama  relawan yang ada di Kota Malang turut serta membantu pihak Pemerintahan dalam penyambutan dan pemulangan para penyintas dari Wamena, Papua.

Sekitar pukul 14.00 WIB para peyintas tiba di  Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Dengan jumlah 120 orang terdiri dari 105 orang dewasa dan 15 anak-anak. Setelah itu mereka di bawa ke Kantor Bakorwil, Klojen Malang.  Sementara informasi untuk besok masih ada 130 orang lagi yang akan tiba di Malang. Dan Human Initiative akan terus berlanjut mendampingi hingga selesai pemulangan para penyintas di Jawa Timur.

Di sana langsung disambut oleh Dinas setempat. Para peyintas ini berasal dari beberapa daerah Jawa Timur dari Probolinggo, Madura, Pasuruan, Lumajang, dan Jember dan beberapa orang dari Solo dan Pemalang. Mereka disambut dengan hangat oleh pemerintahan terkait terutama oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Muthori Kacab Human Initiative Jatim dalam menyikapi hal ini menyampaikan, sebagai lembaga  yang konsen dalam  memberikan bantuan bagi para penyintas baik akibat kebencanaan dan konflik kemanusiaan Human Initiative ingin memberikan kontribusi kepedulian dan solusi bagi para penyintas terutama yang akhir-akhir ini terjadi di Wamena  maupun daerah lain di tanah Papua.

” Maka sejak awal Human Initiatve konsen pada isu kemanusiaannya saja. Karena jelas yang nama nya konflik tentu saja ada pihak- yang menjadi korban dan dirugikan baik material, harta bahkan jiwa. Dalam penanganan isu ini Human Initiative sifatnya hanya support dan memberikan bantuan kepada penyintas yang belum diberikan oleh pihak perintah maupun lembaga lain,” tuturnya. Sabtu (05/10/2019)

Lanjut Muthori, sebelum melakukan aksi penyambutan para penyintas yang berasal dr wilayah Jawa Timur kami juga melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan yamg menangani hal ini, juga secara internal dengan lembaga-lembaga sejenis.

” Nah intinya Human Initiative ingin memposisikan diri sebagai Lembaga Kemanusiaan yang merawat kemanusiaan itu sendiri. Tidak mengeksploitasi, tetapi menguatkan pesan damainya serta pesan menghargai hak dan martabat  manusia,” ungkapnya.

Selain itu,  Human Initiative hari ini turut andil dalam pendataan penyintas, pembagian bantuan berupa hygiene kits dan pemulangan ke rumah maaing-masing yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB. Human Initiative sendiri mendapat lokasi pengantaran ke Probolinggo.

Sumber : Detik News

Selengkapnya

CRS HI dan MDMC Gelar Sulawesi Response Program Learning Event di Palu

Bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah akhir September 2018 mengundang keperihatinan dan simpati organisasi dan negara – negara di dunia, demikian halnya dengan Catholic Relief Services (CRS) Human Initiative (HI) dan MDMC atau Muhamadiyah Disaster Management Center menjadi bagian dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Sulawesi Tengah mulai dari masa tanggap darurat hingga pemuliahan.

Dengan berbagai upaya tersebut, maka dianggap perlu melakukan studi agar dapat melihat pengaruh program peningkatan kapasitas oleh 3 (tiga) organisasi tersebut terhadap kualitas respon dalam bantuan kemanusiaan yang telah dilakukan pada fase tanggap darurat sampai pada fase pemulihan awal di Sulawesi Tengah.

 

Guna mendukung upaya pemulihan dan meningkatkan respon terhadap bencana, Catholoc Relief Services (CRS), Human Initiative (HI) dan Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) menyelenggarakan Lokakarya Pembelajaraan Program Bantuan Kemanusiaan di Sulawesi Tengah, melalui Sulawesi Response Program Learning Event.

Upaya percepatan pemulihan  pasca bencana gempa tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah, khususnya Padagimo tidak terlepas dari  bantuan sejumlah pihak khususnya lembaga kemanusiaan. Gubernur Sulawesi Tengah melalui Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra Bunga Elim Somba pada pembukaan Lokakarya Pembelajaraan Program Bantuan Kemanusiaan di Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2019) di salah satu Hotel di Kota Palu mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas partisipasi lembaga kemanusiaan dalam membantu percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah, serta mendukung kegiatan Lokakarya sebagai media sharing untuk meningkatkan pengetahuan dalam penerapan prinsip penanganan bencana kedepan.

“Lokakarya  ini sebagai sarana media sharing untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan prinsip – prinsip lokasilasi, sebagai strategi mengefektifkan bantuan program kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu menteri sosial melalui Kasubag Program dan Anggaraan Generik Biro Perencanaan Kementerian Sosial Republik Indonesia Indro Widi Handoko mengatakan, bagi NGO asing yang melaksanakan kegiatan kemanusiaannya di daerah harus melalui prosedur legal dan diwajibkan bermitra dengan mitra lokal.

“Yang terpenting adalah dalam MoU ada klausul – klausul yang mengatakan, salah satunya wajib hukumnya bagi NGO asing yang melaksanakan kegiatan di daerah harus bermitra dengan mitra lokal,” kata Kasubag dan Anggaran Generik Biro Perencanaan Kementerian Sosial RI.

Lokakarya Pembelajaran Bantuan Kemanusiaan Sulawesi Tengah ini  dihadiri pimpinan 3 (tiga) organisasi yakni dari Catholic Relief Services (CRS) Human Initiative (HI) dan MDMC atau Muhamadiyah Disaster Management Center.  Kasubag Program dan Anggaraan Generik Biro Perencanaan Kementerian Sosial  berharap, kegiatan ini dapat bermanfaat khususnya dalam penanganan peristiwa bencana alam.

Sumber : RRI.CO.ID

Selengkapnya

Human Initiative Jatim Bantu Penyambutan Penyintas Wamena

Human Initiative Jawa Timur bersama relawan yang ada di Kota Malang turut -serta membantu pihak pemerintahan dalam penyambutan dan pemulangan para penyintas dari Wamena, Papua. Sekitar pukul 14.00 WIB para peyintas tiba di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Total sejumlah 120 orang, yang  terdiri dari 105 orang dewasa dan 15 anak-anak. Setelah itu mereka di bawa ke Kantor Bakorwil, Klojen Malang. Di sana langsung disambut oleh Dinas setempat.

Para peyintas ini berasal dari beberapa daerah Jawa Timur yaitu dari Probolinggo, Madura, Pasuruan, Lumajang, dan Jemberdan beberapa orang dari Solo dan Pamulang. Mereka disambut dengan hangat oleh pemerintahan terkait terutama oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Muthori Kacab Human Initiative Jatim dalam menyikapi hal ini menyampaikan, sabagai lembaga yang konsen dalam memberikan bantuan bagi para penyintas baik akibat kebencanaan dan konflik kemanusiaan Human Initiative ingin memberikan kontribusi kepedulian dan solusi bagi para penyintas, terutama yang akhir-akhir ini terjadi di Wamena maupun daerah lain di tanah Papua.

Maka sejak awal Human Initiatve konsen pada isu kemanusiaannya saja. Karena jelas yang nama nya konflik tentu saja ada pihak- yang menjadi korban dan dirugikan baik material, harta bahkan jiwa. Dalam penanganan isu ini Human Initiative sifatnya hanya support dan memberikan bantuan kepada penyintas yang belum diberikan oleh pihak perintah maupun lembaga lain.


Sebelum melakukan aksi penyambutan para penyintas yang berasal dr wilayah Jawa Timur kami juga melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan yamg menangani hal ini, juga secara internal dengan lembaga-lembaga sejenis.

Nah intinya, Human Initiative ingin memposisikan diri sebagai Lembaga Kemanusiaan yang merawat kemanusiaan itu sendiri. Tidak mengeksploitasi, tetapi menguatkan pesan damainya serta pesan menghargai hak dan martabat manusia. Selain itu Human Initiative juga Human Initiative hari ini turut andil dalam pendataan penyintas, pembagian bantuan berupa hygiene kits dan pemulangan ke rumah maaing-masing yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB. Human Initiative sendiri mendapat lokasi pengantaran ke Probolinggo. Sementara informasi untuk besok masih ada 130 orang lagi yang akan tiba di Malang. Dan Human Initiative akan terus berlanjut mendampingi hingga selesai pemulangan para penyintas di Jawa Timur.

Sumber : Media Surabaya

Selengkapnya

Human Initiative bersama PT Tirta Investama Peduli Gizi Balita

HI-NEWS, JABAR – Setiap tahunnya di Kabupaten Cianjur, jumlah anak yang menderita stunting atau kurang gizi berada dalam kategori merah yang artinya tinggi. Tidak hanya itu saja, dalam satu desa terdapat 31 anak yang menderita stunting dari jumlah sekitar 600 anak. Tingginya angka stunting merupakan sebuah bentuk keprihatinan yang mendalam karena mengingat Kabupaten Cianjur terkenal sebagai wilayah penghasil padi berkualitas, tetapi anak-anak balita banyak yang menderita stunting bahkan gizi buruk.

Oleh karena itu, PT Tirta Investama (AQUA) Plant Cianjur bersama Human Initiative Jawa Barat melaksanakan program pencegahan stunting yang merupakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut dimulai dengan pelaksanaan Rembug Warga yang berfokus pada pencarian masalah. Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan bersama dengan pihak-pihak terkait seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan, Puskesmas, perwakilan kecamatan dan perwakilan dari head office AQUA.

Dalam pemaparannya Senior Manager Sustainable Development Danone Group Wailayati Ningsih mengatakan pentingnya pemahaman persepsi mengenai penyebab stunting. Selain itu, sasaran dari program pencegahan stunting adalah kepada ibu hamil, ibu balita, balita stunting, kader posyandu dan guru PAUD.

Kegiatan yang akan dilakukan bertujuan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD dan kader posyandu. Membentuk paud dan posyandu percontohan, meningkatkan status gizi pd balita dengan status gizi kurang dan buruk, meningkatkan pongetahuan, sikqp, dan keterampilan ibu hamil mengenai PHBS, gizi seimbang dan pola asuh.

Mari dukung kami untuk menghentikan kurang gizi dan gizi burukn di wilayah Jawa Barat dengan cara klik www.solusipeduli.org sekarang juga!

 

Selengkapnya

Human Initiative Sulawesi Selatan Resmikan Sistem Air Bersih di Desa Bilalang Kecamatan Manuju

Gowa, 26/09/2018 Human Initiative Sulawesi Selatan Resmikan Sistem Air di Bontomanai Desa Bilalang kec. Manuju Kab. Gowa. Program ini adalah inovasi pemberdayaan pengelolaan air.

Dusun Bontomanai terletak di Desa Bilalang, Kecamatan Manuju. Setelah sebelumnya warga kesulitan mendapatkan air, sampai harus berjalan kaki dan mengambil air dari sungai atau mata air keruh di tengah sawah, kini warga bahagia, karena air sudah bisa mengalir.

Sebanyak 30 KK warga dusun Bontomanai menerima manfaat dari program Berbagi Air Ini.
Program Berbagi Air Human Initiative, tidak hanya sekedar droping air, tapi juga membangun sarana air bersih. Dengan membangun prasarana sumur, meghitung debit air, pemipaan dan reservoir.

Air kemudian dialirkan kerumah rumah warga dan tempat Ibadah. Selain itu warga akan didampingi untuk membentuk kelompok pengelolaan air, agar nantinya bisa swadaya mengelola air bersih ini.

Peresmian Sistem Air Bersih ini di hadiri Oleh Kepala Desa Bilalang, Perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Gowa, dan Kepala Cabang Human Initiative Sulawesi Selatan.

Bapak Najamuddin selaku Perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Gowa mengapresiasi program tersebut.

“Terimakasi kepada Human Initiative atas solusi dan kepedulian yang di berikan kepada masyakarat Bilalang manuju, melalui program yang di bangun ini memutuskan rantai masalah air di desa bilalang terkhusus di Bontomanai,” ungkapnya.

Indra, Kepala Cabang HI Sulsel menyampaikan bahwa program Air Bersih ini dilaksanakan di beberapa titik kekeringan yang ada di Kabupaten Gowa.
“Semoga ini menjadi salah satu solusi kekeringan yang saat ini terjadi.” harapnya.

sistem air bersih

air bersih

Sebelumnya Human Initiative berkordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk membantu memperoleh data kekeringan dan kemudian turun kelapangan untuk survey dan berkordinasi di lapangan dengan pemerintah desa dan warga yang terdampak kekeringan. (hamka/hisulsel)

Selengkapnya

Yuk Kenali Masker N95 dan Hal-Hal yang Wajib Anda Ketahui!

Kabut asap di Pulau Sumatera dan Kalimantan masih menjadi tugas besar untuk kita semua. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kabut asap akibat pembakaran hutan meninggalkan hujan debu yang membahayakan bagi sistem pernapasan.

Oleh karena itu, untuk melindungi sistem pernapasan dari bahaya asap kabut, kita dapat menggunakan masker yang tepat. Namanya adalah masker N95. Masker ini pun menjadi sering diperdengarkan belakangan ini, karena fungsinya lebih dibutuhkan untuk para saudara kita yang berada di lokasi pencemaran udara akibat kabut asap. Yuk kita simak apa saja keutamaan masker N95!

  1. Sekilas masker N95 mungkin terlihat sama dengan masker umum lainnya terutama masker bedah. Namun, masker ini memiliki fungsi yang berbeda, lho. Jika masker bedah (yang biasa kita temui berwarna hijau dengan sisi lain berwarna putih) mampu melindungi kuman bagi pemakaianya. Sedangkan, Masker N95 melindungi pemakainya dari partikel udara di sekitar.
  2. Dalam sebuah penelitian juga mengatakan kalau masker N95 memiliki pori-pori lebih kecil dari masker umumnya, karena itu masker ini mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikel halus seperti debu.
  3. Masker N95 ini telah diuji coba oleh Personal Protective Laboratorium Teknologi Nasional (NPPTL) dan telah melalui standardisasi Institut Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Amerika Serikat (NIOSH). Makanya, kita akan lebih sering melihat masker N95 digunakan oleh para pekerja industri atau lapangan.
  4. Tahukah Anda? Bentuk masker ini kuncup atau cembung berwarna putih. Desainnya cukup jelas, sehingga tidak memungkinkan pemakainya menggunakan secara terbalik. Pastikan masker menempel dengan pas meng-cover hidung dan mulut secara maksimal, agar terhindar dari kebocoran.
  5. Masker ini mudah kita temukan di apotek, gerai alat kesehatan dan keselamatan, atau toko bangunan. Pengguna yang spesifik dan harganya yang cukup mahal membuat masker N95 sedikit sulit ditemukan. Dalam kondisi darurat asap seperti saat ini sangat direkomendasikan menggunakan masker N95 saat beraktivitas di luar ruangan khususnya dalam waktu lebih dari sejam.

Nah, itu dia keutamaan yang wajib kita ketahui tentang Masker N95. Perlu kita ketahui juga, penggunaan masker N95 sangat direkomendasikan untuk penderita penyakit saluran pernapasan, jantung, manula, dan wanita hamil. Hanya saja di beberapa kasus pemakainya bisa mengalami efek samping yang kurang menyenangkan. Karena itu, penggunaan masker ini harus memerhatikan beberapa hal penting agar tidak salah menggunakannya.

Bukan hanya itu saja, pengunaan masker N95 dianggap tidak tepat jika membuat pemakainya sulit bernapas, sakit kepala, dan cepat lelah. Khususnya untuk lansia dan pemakai yang menderita penyakit tertentu, disarankan untuk mengonsultasikan penggunaan masker N95 kepada dokter terlebih dulu.  Jadi, Masker N95 hanya diperuntukkan untuk orang dewasa—tidak untuk anak kecil—dan hanya bisa digunakan di luar ruangan saja. Penggunaannya pun tidak disarankan lebih dari 8 jam dan hanya bisa digunakan sekali saja—tidak bisa dipakai berulang kali.

Nah bagaimana? Sudah tahukan bagimana pentingnya masker N95 untuk kita. Lalu, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang terkena kabut asap?

Mari bantu mereka dan klik di sini sekarang!

Sumber : Glitzmedia.co

Selengkapnya

Organisasi Kemanusiaan Beri Pengobatan Gratis ke Warga Terdampak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan bahwa jarak pandang di Kota Pekanbaru, Riau meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Jika sebelumnya jarak pandang sempat 300 meter, namun pada saat ini jarak pandang sudah mencapai 1,5 kilometer.

Hal ini dikarenakan sebagian wilayah Pekanbaru telah diguyur hujan sejak Sabtu 14 September 2019. Meski demikian, sampai saat ini kabut asap pekat yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Riau dan sekitarnya.

“Riau sudah menetapkan status siaga karhutla sampai 31 Oktober 2019,” ujar Gubernur Riau, Syamsuar dalam konferensi pers di Gedung Daerah Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Sementara itu, Organisasi Kemanusiaan Dunia, Human Initiative telah bergerak cepat melakukan respons kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap di Pekanbaru. Salah satunya melakukan pertemuan dengan Pemda DKI Jakarta.

“Kemarin, Human Initiative dan Pemda DKI Jakarta telah melakukan briefing dan pelepasan Tim rescue yang akan diterjunkan langsung dari Jakarta untuk melakukan respons kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak kabut asap,” ujar Ferdiansyah selaku Public Relation Human Initiative.

Sebelumnya, Tim Human Initiative Pekanbaru bersama relawannya telah melakukan respons sejak awal terjadi karhutla. Adapun respons yang telah dilakukan adalah berbagi masker, melakukan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Selain itu juga berkoordinasi dengan berbagai pihak yaitu BPPD, pemerintahan setempat (Kades), dan Puskesmas di lokasi terdampak.

Kota Pekanbaru yang menjadi salah satu wilayah terdampak kabut asap, telah menerima bantuan sebanyak 1.000 masker. Selain itu terdapat empat wilayah yang berada di Kabupaten Pelawan, yaitu Kecamatan Langgam sebanyak 126 orang telah menerima masker N95 dan 124 orang penerima layanan kesehatan dan pengobatan gratis.

Di Kecamatan Pelalawan sebanyak 203 orang juga telah mendapatkan masker dan layanan kesehatan dan pengobatan gratis. Tak berhenti di situ, sebanyak 376 orang di Kecamatan Kerumutan telah mendapatkan masker dan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis.

Sebanyak 2000 masker juga telah dibagikan di Kec. Pangkalan Kuras. Sementara di Kota Dumai sudah dibagikan 1000 masker dan 500 masker yang telah dibagikan di Kabupaten Rokan Hilir.

Rencana respons lanjutan yang akan dilakukan oleh Human Initiative yaitu wilayah pinggiran Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kab. Kampar, dan Kab. Rokan Hilir.

Langkah selanjutnya yang dilakukan Human Initiative adalah, terus melakukan inisiatif-inisiatif emergency response dengan mengirimkan Tim Rescue, tim medis, obat-obatan, alat bantu pernafasan, seperti oxycan; masker biasa; serta masker N95 yang memang menjadi kebutuhan utama masyarakat terdampak kabut asap saat ini.

Sumber : medcom.id

Selengkapnya

UKM Nago Jaya Berkah Luncurkan Usaha Kering Lele dan Keiripik Pisang

Pada hari Rabu, (18/09/2019) Human Initiative telah meluncurkan Program Bangun Industri Desa Pemberian Bantuan Modal Usaha UKM Nago Jaya Berkah berupa usaha Lele Kering atau yang lebih dikenal dengan sebutan LEKER. Tak hanya itu saja, UKM Nago Jaya Berkah juga memproduksi Keripik Pisang Sang Daruak di Kampung Pinang Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Paluh Kota Padang.

Kegiatan tersebut turut mengundang para donator yakni CIMB Niaga Syariah dan Tokopedia serta para undangan stakeholder setempat seperti Lurah, RW, RT, Tokoh Pemuda dan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Hadir juga dalam acara tersebut Hendra, Kepala Cabang Human Initiative Sumatra Barat dan Afiata selaku perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang serta 10 ibu-ibu penerima manfaat dan 10 mahasiswa Universitas Andalas Kota Padang sebagai tim pemasaran UKM Nago Jaya berkah.

“Program ini sudah berjalan selama satu tahun dan dilanjut untuk setahun kedepan, dengan harapan program ini bisa semakin kuat dan menyebar kebermanfaatannya,” ujar Sefrizal selaku Supervisor Empowerment Human Initiative Pusat.

“Sebelumnya kedua usaha ini sudah cukup banyak diminati dan dipasarkan sekitar Kelurahan Lambung Bukit secara offline dari mulut kemulut, dengan adanya program lanjutan ini kami berharap bisa semakin luas jangkauan penjualannya termasuk melalui online di Tokopedia,” tutur Bang Idel Tokoh Pemuda Kampung Pinang.

Sementara itu, Yusrizal selaku Lurah Lambung Bukit menyampaikan ucapkan terima kasih kepada CIMB Niaga Syariah, CIMB Niaga dan Tokopedia serta Human Initiative yang sudah mendukung warga, ibu-ibu di Kampung Pinang ini, “Kami mendukung penuh program ini dan siap memberikan bantuan jika dibutuhkan agar warga disini atau ibu-ibu disini dapat menopang dan membantu perekonomian disini.”

“Saya bangga dan senang dapat hadir disini selain dapat pulang kampung karena saya berasal dari Padang sayapun bangga berkumpul ditengah-tengah ibu-ibu dan pemuda tangguh disini, kami harapan program ini akan terus dan lama berjalan membantu perekonomian ibu-ibu dan pemuda dikampung Pinang ini,” ujar Ibu Faradini, selaku Syariah business banking funding Bank CIMB Niaga Syariah.

Selengkapnya

Human Initiative Riau Buka Pos Siaga Kabut Asap Riau

Human Initiative Riau buka Pos Siaga Kabut Asap Riau di kantor Cabang HI Riau yang berada di Jalan Paus Ujung Pekanbaru.

Pembukaan secara resmi dilakukan pada Senin (16/9/2019) di Kantor Cabang HI Riau yang berada di jln. Paus Ujung No. 1B Kel. Tangkerang Barat Kec. Marpoyan Damai.

Pelayanan yang disediakan dan dapat dinikmati masyarakat antara Lain : 1. Oksigen, 2. Masker N95, 3. Layanan kesehatan bersama dokter, 4. Layanan Obat dan 5. Ruangan kedap asap (AC dan Purifier).

Alhamdulillah, dihari pertama Pos Siaga Kabut Asap mendaptkan respon dari masyarakat dan Pemerintah (Dinkes Riau dan Kemenkes RI).

“Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Human Initiative Riau yang selalu konsisten memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Riau terutama dengan adanya Pos Siaga Kabut Asap,” kata Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rozita.

“Tentu ini menjadi hal yang sangat bermanfaat untuk masyarakat Riau dan dapat membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terkhusus dalam suasana kabut asap sekarang ini,” kata Adi dari Kemenkes RI.

“Kami Human Initiative Riau terus berusaha dan berupaya mewujudkan Solusi Peduli kita terhadap masyatakat terutama dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap,” kata Afrizal sebagai Kepala Cabang HI Riau.

Sumber : pekanbaru.tribunnews.com

 

Selengkapnya

Siaga Kabut Asap Riau, Human Initiative Terjunkan Tim Rescue

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan bahwa jarak pandang di Kota Pekanbaru Riau meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Jika sebelumnya jarak pandang sempat 300 meter, namun pada saat ini jarak pandang sudah mencapai 1,5 kilometer. Hal ini dikarenakan sebagian wilayah Pekanbaru telah diguyur hujan sejak, Sabtu (14/9).

Sampai saat ini kabut asap pekat yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Riau dan sekitarnya. Kondisi tersebut membuat Human Initiative menerjunkan Tim Rescue sebagai bentuk respons kemanusiaan.

“Kami akhirnya menerjunkan Tim Rescue untuk melakukan respons kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak kabut asap,” ujar Public Relation Human Initiative, Ferdiansyah di Kantor Pusat Human Initiative di Kota Depok, Selasa (17/9).

Sebelumnya, lanjut dia, Tim Human Initiative Pekanbaru bersama relawannya telah melakukan respons sejak awal terjadi karhutla. “Adapun respons yang telah dilakukan adalah berbagi masker, melakukan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak yaitu BPPD, pemerintahan setempat (Kades), dan Puskesmas di lokasi terdampak,” terang Ferdiansyah.

Menurut Ferdiansyah, Kota Pekanbaru adalah salah satu wilayah terdampak yang telah menerima bantuan sebanyak 1.000 masker, selain itu terdapat empat wilayah yang berada di Kabupaten Pelawan, yaitu Kecamatan Langgam sebanyak 126 orang yang telah menerima masker N95 dan 124 orang penerima layanan kesehatan dan pengobatan gratis, Kecamatan Pelalawan sebanyak 203 orang yang telah mendapatkan masker dan layanan kesehatan dan pengobatan gratis, Kecamatan Kerumutan sebanyak 376 orang yang telah mendapatkan masker dan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, dan sebanyak 2.000 masker yang telah dibagikan di Kecamatan Pangkalan Kuras. Sebanyak 1.000 masker juga telah dibagikan di Kota Dumai dan 500 masker yang telah dibagikan di Kabupaten Rokan Hilir.

kebakaran-hutan
Satgas Karhutla Riau melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (16/9/2019). Sumber : republika.co.id

“Rencana respons lanjutan yang akan dilakukan oleh Human Initiative yaitu wilayah pinggiran Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Rokan Hilir. Langkah selanjutnya, Human Initiative akan terus melakukan inisiatif-inisiatif emergency response dengan mengirimkan Tim Rescue, tim medis, obat-obatan, alat bantu pernafasan, seperti oxycan; masker biasa; serta masker N95 yang memang menjadi kebutuhan utama masyarakat terdampak kabut asap saat ini,” jelas Ferdiansyah.

Sumber : www.republika.co.id

Selengkapnya

Koperasi Pasgajaya Peringati Hari Lahir dan Serah Terima Bantuan Usaha Koperasi di Subang

HI-NEWS, SUBANG – CSR PT Tirta Investama Plant Subang sebagai mitra Human Initiative Jawa Barat memberikan tambahan bantuan modal usaha untuk pengembangan koperasi Pasgajaya Abadi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, (10/09/2019) Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang, Jawa Barat. Melalui program pemberdayaan koperasi, penyerahan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di desa.

Dihadiri sebanyak 19 orang terdiri dari pembina, pengawas dan pengurus koperasi Pasgajaya, kepala desa Pasanggrahan beserta jajarannya, perwakilan BPD dan LPM , PKK, BUMDES ,tokoh masyarakat serta perwakilan anggota koperasi Pasga Jaya Abadi. Kegiatan tersebut bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Koperasi Pasgajaya Abadi yang Ke-6 , hingga saat ini koperasi terus berbenah dalam hal kelembagaan, keanggotaan, dan Unit Bisnis Koperasi (UBK).

Sampai saat ini modal menjadi salah satu penguatan strategis untuk dapat mendorong perkembangan koperasi. Satu diantaranya yang menjadi pokok utama untuk menunjang pengembangan permodalan simpan pinjam anggota dan pengembangan unit bisnis koperasi adalah dengan adanya tambahan modal koperasi sehingga dapat meningkatnya kapasitas permodalan simpan pinjam anggota dan juga pengembangan unit bisnis koperasi.

Pimpinan CSR PT. Tirta Investama Aqua Plant Subang, Warsono berharap agar koperasi pun semakin berkembang meski nanti tidak didampingi oleh perusahaan. “Semoga ke depan Koperasi Pasgajaya terus berkembang dan semakin jaya. Selain itu sinergitas antara pihak yang terkait baik itu aparatur desa, organisasi di dalam koperasi sendiri, dan masyarakat umum,” ujar Warsono.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Kemitraan Human Initiative Jabar, Sudiyana. Ia menyampaikan pentingnya peran koperasi bertumbuh sebagai jalan untuk membantu pengembangan perekonomian masyarakat di desa. “Jika koperasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang UMKM ini mampu bertumbuh dan berkembang dengan baik, perekonomian masyarakat pun akan meningkat,” ungkap Sudiyana.

 

Selengkapnya