Berita

CRS HI dan MDMC Gelar Sulawesi Response Program Learning Event di Palu

Bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah akhir September 2018 mengundang keperihatinan dan simpati organisasi dan negara – negara di dunia, demikian halnya dengan Catholic Relief Services (CRS) Human Initiative (HI) dan MDMC atau Muhamadiyah Disaster Management Center menjadi bagian dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Sulawesi Tengah mulai dari masa tanggap darurat hingga pemuliahan.

Dengan berbagai upaya tersebut, maka dianggap perlu melakukan studi agar dapat melihat pengaruh program peningkatan kapasitas oleh 3 (tiga) organisasi tersebut terhadap kualitas respon dalam bantuan kemanusiaan yang telah dilakukan pada fase tanggap darurat sampai pada fase pemulihan awal di Sulawesi Tengah.

 

Guna mendukung upaya pemulihan dan meningkatkan respon terhadap bencana, Catholoc Relief Services (CRS), Human Initiative (HI) dan Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) menyelenggarakan Lokakarya Pembelajaraan Program Bantuan Kemanusiaan di Sulawesi Tengah, melalui Sulawesi Response Program Learning Event.

Upaya percepatan pemulihan  pasca bencana gempa tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah, khususnya Padagimo tidak terlepas dari  bantuan sejumlah pihak khususnya lembaga kemanusiaan. Gubernur Sulawesi Tengah melalui Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesra Bunga Elim Somba pada pembukaan Lokakarya Pembelajaraan Program Bantuan Kemanusiaan di Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2019) di salah satu Hotel di Kota Palu mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas partisipasi lembaga kemanusiaan dalam membantu percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah, serta mendukung kegiatan Lokakarya sebagai media sharing untuk meningkatkan pengetahuan dalam penerapan prinsip penanganan bencana kedepan.

“Lokakarya  ini sebagai sarana media sharing untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan prinsip – prinsip lokasilasi, sebagai strategi mengefektifkan bantuan program kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu menteri sosial melalui Kasubag Program dan Anggaraan Generik Biro Perencanaan Kementerian Sosial Republik Indonesia Indro Widi Handoko mengatakan, bagi NGO asing yang melaksanakan kegiatan kemanusiaannya di daerah harus melalui prosedur legal dan diwajibkan bermitra dengan mitra lokal.

“Yang terpenting adalah dalam MoU ada klausul – klausul yang mengatakan, salah satunya wajib hukumnya bagi NGO asing yang melaksanakan kegiatan di daerah harus bermitra dengan mitra lokal,” kata Kasubag dan Anggaran Generik Biro Perencanaan Kementerian Sosial RI.

Lokakarya Pembelajaran Bantuan Kemanusiaan Sulawesi Tengah ini  dihadiri pimpinan 3 (tiga) organisasi yakni dari Catholic Relief Services (CRS) Human Initiative (HI) dan MDMC atau Muhamadiyah Disaster Management Center.  Kasubag Program dan Anggaraan Generik Biro Perencanaan Kementerian Sosial  berharap, kegiatan ini dapat bermanfaat khususnya dalam penanganan peristiwa bencana alam.

Sumber : RRI.CO.ID

Selengkapnya