AQUA Cianjur Bersama Human Initiative Jabar Kampanyekan ‘Isi Piringku’ di Jabar

HI-NEWS, JABAR – Pada hari Rabu (23/10/2019) Human Initiative Jawa Barat mengadakan workshop atau pelatihan untuk para kader posyandu dan ibu guru PAUD di dua desa berbeda yakni Desa Gekbrong dan Desa Kebon Peuteuy Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Slogan ‘Isi Piringku’ adalah slogan baru yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan yang sebelumnya berslogan, ‘Empat Sehat Lima Sempurna’. Kampanye ‘Isi Piringku’ sebagai salah satu upaya dalam program pencegahan stunting atau kurang gizi bagi balita.

Pada pelatihan ini para peserta diberikan pengenalan lebih tentang porsi makanan pokok untuk balita. Ahli Gizi Puskesmas Gekbrong Asti Sulistiawati menjelaskan kepada para peserta tentang penggunaan alat bantu masakan matang dan tempat bekal yang sudah tersedia sekat – sekat di dalamnya berdasarkan jenis makanan. Hal itu bertujuan agar lebih mudah dipahami oleh peserta.

“Supaya peserta lebih mudah dalam memahami dalam penyajian Isi Piringku ini. Maka dengan adanya sekat-sekat ini akan lebih mudah juga dalam mengetaui takaran atau jumlah yang harus disediakan,” ujar Asti.

Beberapa poin lain yang harus diperhatikan tentang Isi Piringku yakni mengenai porsi makanan pokok, lauk pauk, sayur – sayuran, buah – buahan, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, minum air 8 gelas sehari, aktivitas fisik, dan memantau berat badan tiap bulan.

Selain materi mengenai porsi makanan, disampaikan juga materi mengenai cuci tangan pakai sabun. Pemateri meminta para peserta untuk mempratktikkan cara cuci tangan pakai sabun dengan benar menggunakan gerakan dan lagu, sehingga peserta dapat memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.

Program pencegahan stunting di Cianjur merupakan kerja sama Human Initiative Jawa Barat dengan CSR PT Tirta Investama (Aqua) Plan Cianjur. Program ini akan terus berjalan untuk membantu masyarakat di Kecamatan Gekbrong dan sekitarnya untuk lebih sehat. Karena berdasarkan data ada sekitar 57 anak yang mengalami stunting di 6 desa wilayah sasaran program.