Initiative for Empowerment

Initiative for Empowerment

Initiative for Empowerment adalah sejumlah program pemberdayaan yang diterapkan pada tingkat individu, keluarga maupun lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemampuannya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Program ini juga disebut dengan “Klaster Berdaya” yakni pemberdayaan masyarakat di beberapa sektor seperti sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan dan infrastruktur. Tujuannya menciptakan kemandirian masyarakat di setiap sektor tersebut.

Kemandirian masyarakat tersebut akan diwujudkan dengan cara membentuk 3 pilar, yakni:

  1. Pemuda Berdaya

Pemuda berdaya adalah seseorang dengan usia produktif di sebuah wilayah yang memiliki kepekaan sosial, memiliki potensi untuk menggerakkan masyarakat dan siap menjadi local leader sekaligus agen perubahan (agent of change) setempat. Pemuda berdaya dapat berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang beragam, mulai dari guru, pegawai negeri, petani, hingga ibu rumah tangga di wilayah tersebut. Para pemuda berdaya ini yang kemudian difasilitasi untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan sebagai penggerak masyarakat. Pemuda berdaya adalah kunci keberlanjutan (sustainability) sebuah program. Dengan memilih dan menciptakan local leader yang tepat, maka pekerjaan pemberdayaan masyarakat sudah setengah jalan untuk sampai tujuannya.

  1. Keluarga Berdaya

Keluarga berdaya adalah sebuah keluarga di sebuah wilayah yang memiliki keinginan dan komitmen kuat untuk mandiri dalam aspek kesehatannya, pendidikan dan finansial keluarganya. Indikatornya adalah keluarga tersebut memiliki pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mampu menyekolahkan anak-anakanya.

  1. Kampung Berdaya

Kampung Berdaya adalah sarana dan prasarana yang dibangun di masyarakat. Ruang lingkup Kampung Berdaya tidak hanya sebatas pada infrastruktur, tetapi juga sistem sosial di dalamnya. Proses pembangunan infrastruktur dan sistem sosial tersebut juga harus dilakukan dengan partisipasi masyarakat. Sebagai contoh, Program Bangun Industri Desa memfasilitasi masyarakat untuk bisa membangun infrastruktur mini plant lengkap dengan standar operasional pengelolaannya hingga layak mendapatkan sertifikasi PIRT dan halal. Dalam prosesnya, masyarakat akan diberi pelatihan sehingga mampu membangun mini plant yang memenuhi kualitas standar.

Untuk mewujudkan pilar-pilar tersebut, Initiative for Empowerment membagi 3 Tim Kerja:
1. Tim Community Development (Comdev)
Berfokus pada peningkatan modal sosial dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Melakukan pembangunan dan pengembangan project kemandirian masyarakat berbasis komunitas.
Dianatara Programnya adalah:

  • Bangun Industri Desa (BID)
  • Keluarga Multi Penghasilan (KMP)
  • Arisan Jamban
  • SAGITA (Sahabat Gizi Kita)
  • Beastudi MUDA

2. Tim Social Enterprise (Socent)
Berfokus pada peningkatan modal finansial. Melakukan pembangunan dan pengembangan project kemandirian masyarakat berbasis bisnis.
Dianatara Programnya adalah:

  • Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
  • Kelompok Usaha Mandiri Masyarakat (KUMM)
  • Pusat Inkubasi Ketrampilan (PIK)
  • Bina Ternak
  • Gerobak Usaha

3. Tim Project Development (Prodev)
Berfokus pada peningkatan modal infrastuktur. Melakukan pengembangan project-project infrasturktur, event, project layanan, dan customized project.
Dianatara Programnya adalah:

  • Pembangunan Masjid
  • Pembangunan Rumah
  • Pembangunan Sekolah
  • Prosmiling (Program Kesehatan Keliling)
  • Perpustakaan Keliling
  • Peduli Pendidikan Daerah Tertinggal

Dukung kami untuk menjadi #SolusiPeduli dalam menghentaskan berbagai permasalahan sosial secara komprehensif dan berkesinambungan, sehingga dapat terwujudnya kondisi masyarakat yang mandiri dan berdaya secara merata.